‘Secuil’ Prestasi Hidayat Nur Wahid saat Menjabat Ketua MPR
Oleh : Yusuf Hasan
Alhamdulillah, meski tidak lama, hanya satu tahun, menjadi staf media DR. Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR periode 2004-2009), ada beberapa rekaman yang ingin saya share disini tentang apa yang pernah dilakukan oleh seorang Hidayat Nur Wahid selama memegang amanah sebagai Ketua MPR RI.
- HNW mensosialisasikan Indonesia sebagai negara mayoritas muslim yang menjalankan demokrasi. Ini mendapat apresiasi dari dubes2 negara asing untuk Indonesia yang bertemu langsung ke Hidayat Nur Wahid.
- HNW merupakan sosok pimpinan MPR yang konsisten menjalankam ketentuan UUD.
- HNW menyerahkan “angpau” pernikahannya dengan dr Diana Abbas Thalib, kepada KPK
- HNW menolak pemberian laptop bagi anggota dewan seharga Rp. 21 Juta
- HNW menolak cincin kenangan anggota DPR seharga total Rp. 5 Miliar
- HNW masih menyempatkan melakukan kunjungan kerja sebagai anggota Dewan di Dapil Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
- HNW masih terus ikut rapat paripurna sebagai anggota DPR RI
- Mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden SBY 15 Agustus 2009
- Mengenai anggaran Ketua MPR, perjalanan dinas dihitung berdasarkan hari kerja dan tidak termasuk hari perjalanan.
- Laporan keuangan MPR dinilai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
- Melahirkan hari konstitusi dengan SK Presiden No. 18/ 2008
- HNW melakukan program penghematan anggaran sebesar Rp. 59,7 milyar.
- Memprakarsai dan mempopulerkan Sosialisasi UUD 1945 melalui Cerdas Cermat Nasional pada tingkat SMU, mulai dilaksanakan sejak tahun 2008.
Sumber : sini
16 buah komentar
Post a comment




tapi kenapa tidak mau melarang miras klo nanti jadi DKI 1..?
Doni,
Ente bilang kenapa HNW itu nggak ngelarang MIRAS ?
Inget Don, setiap pekerjaan baik itu harus dilakukan secara bertahap tidak frontal, banyak PR yang harus dikerjakan di Ibukota yang kompleks dengan masalah ini.
Inget Don, Indonesia bukan negara Islam, Indonesia adalah negara dengan kemajemukan suku, budaya, agama, kondisi sosial, dsb. Semua kebijakan perlu dilakukan dgn cermat, sabar dan bertahap, dan gue yakin dengan background pendidikan syar’i-nya HNW, punya cara pikir yg bijak dan soleh.
Sebagai catatan lagi, bagi gue HNW sosok yang sangat religius…..mungkin kesolehannya lebih banyak dibandingkan gue dan ente…..yang bisanya cuma ngomong doang….
Itu aja Don, pendapat gue……
Nurani Yusron,
Alasanmu tidak intelek !!! entah itu di negara islam atau bukan, namanya miras tetap saja haram. hukumnya sudah jelas! kalo tidak mengaramkan itu berarti bertentangan dengan ajaran Islam, entah itu berada di negara islam atau tidak. katakan yang BENAR meskipun itu MENYAKITKAN. Omongan si Hidayat yg tidak mau melarang miras itu karena saat ini dia lagi kampanye doang. kalo sekarang di saat kampanye dia bilang miras dilarang, jelas pemilihnya akan lari semua. Tidak lain dia hanya DUSTA selama kampanye agar pemilihnya tidak lari !!! cerdas dikit gitu ngapain sih… Baru kampanye aja, udah dusta, gimana nanti kalo beneran kepilih.
Semoga Allah Swt menyelamatkan kita sifat hasad, iri, dengki, dan khianat… Jazakallah atas masukannya, mari kedepankan sifat berbaik sangka antar sesama… Barakallah
Salam
ketika seseorang sudah berbai’at dengan Allah artinya seluruh kehidupannya harus sesuai dengan ketentuan Allah sesakit apapun dan sepedih apapun, halal haram sudah jelas. jika yang menjadi masalah adalah status negara yang bukan negara muslim, tetapi bisakah anda tunjukkan UUD45 yang bertentangan dengan syareat islam itu sendiri? jika ternyata ada, dan dengan kekuasaannya nanti tidak mampu mengubahnya, maka harus lari (mengundurkan diri) sebagai tanda tidak setujunya kebijakan itu, krn itulah selemah-lemahnya iman. bukankah begitu konsep islam? saya mohon nasehatnya jika komen ini salah
Mari kita ber-Fastabiqul khoirot ya akhi… Luruskan niat, dan istiqomahlah… Barakallah
Salam
ente2 pada belajar fiqih dakwah dulu,Rasulullah gak langsung membabi buta mengharamkan miras, menghancurkan patung, atau membebaskan budak saat awal2 jadi pemimpin negara,tapi tunggu kalo masyarakatnya siap dulu,bukannya miras gak mau ngelarang tapi dakwah yang baik akan membuat miras terdesak dengan sendirinya dari komunitas tanpa pake larang2an
bukannya hukum miras tu udh jelas???ngapain hrs pake tahapan???
Benar, hukum miras itu HARAM. Tetapi, harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada di sekitar kita. Tidak akan bisa mengubah suatu kondisi yang telah lama salah sekejap menjadi kondisi yang ideal.
Lupakah kita, apakah dulu Rasulullaah SAW langsung mewajibkan seorang anak muda yang ingin masuk islam untuk langsung menunaikan shalat, puasa, zakat, haji, ketika anak muda itu berkata, “Ya Rasul, aku ingin masuk ke dalam Islam, tapi aku belum bisa meninggalkan kebiasaanku mencuri, berzina, dan judi”? Rasul SAW menjawab dengan tenang, “Kamu boleh melakukan maksiat-maksiat itu, tapi satu hal, kamu harus berlaku jujur!”, dan Rasul tidak serta merta menyuruh anak muda tersebut untuk menunaikan semua kewajibannya sebagai seorang muslim. Allahu a’lam.
Setuju dengan Galih.
Memperbaiki Jakarta yang carut marut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya percaya, pemimpin yang taat ibadahnya, diakui akhlaknya oleh masyarakat umum, memiliki wawasan, serta bijak, akan berhasil apapun yang dipimpinnya, karena ia tahu jabatan itu amanah Tuhan, dan ada ribuan doa yang mengiringi langkahnya.
jadi.. berbaik sangka sajalah.
Kepada Ust HNW – Allahu yahdihi – : sekedar mengingatkan pesan Rasulullah
Shallahllau ‘alaihi wa sallam :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَلَا لَا يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ رَهْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ بِحَقٍّ إِذَا رَآهُ أَوْ شَهِدَهُ ، فَإِنَّهُ لَا يُقَرِّبُ مِنْ أَجَلٍ ، وَلَا يُبَاعِدُ مِنْ رِزْقٍ أَنْ يَقُولَ بِحَقٍّ ، أَوْ يُذَكِّرَ بِعَظِيمٍ ” .
” Ketahuilah, jangan sampai salah seorang diantara kalian terhalang oleh rasa segan dan takut kepada manusia untuk mengatakan kebenaran yang telah ia ketahui atau telah ia saksikan sebab hal itu tidak dapat menghalangi rezkinya dan tak dapat mempercepat ajalnya (HR. Termizi – Dari Sahabat Abu Sa’id Al-Khudry).
jika memang jabatan walikita jkt telah menjadi rezki untuk Ust yg telah ditetapkan oleh Allah maka tdk ada siapapun yg dapat menghalanginya tidak juga oleh sikap khawatir dan takut Ust yg berlebihan untuk menegakkan syari’at Allah .
dan sebaliknya jika jabatan itu memeng tidak ditakdirkan menjadi rezki Ust maka ketamakan Ust terhadapnya dgn menjual murah Syari’at Allah tidak akan dapat menolong Ust sedikitpun untuk merebut jabatan itu.
Jazakallah atas tausyiahnya, mari kita berdoa agar semua amal sholeh kita bernilai ibadah, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi… Barakallah
Salam
Allah Selalu melindungi Orang yg mempunyai niat baik karena Nya
Semoga Allah menampakan mana yg berniat baik dan mana yg berniat buruk
Allahu Akbar..Semoga Allah bersama orang yang sabar….semua diawali dengan niat….bersama kaum muslimin harus saling nasihat menasihati….berlomba2lah dalam kebaikan…..jangan saling olok mengolol saudara muslim satu dengan yang lain….mulailah dari yang kecil…dari kita sendiri…melakukan yang terbaik….saya tetap dukung pak Hidayat Nurwahid….semoga beliau menjadi sosok pemimpin yang Amanah, Adil dan dapat memakmurkan rakyat…amin…Barokallohu……kita semua adalah bersaudara…
semuanya benar anak2…, repot nya klu ngajar anak SD ..harus sabar dehh…